5 Tips Memilih Pembalut Wanita yang Tepat

Pembalut wanita pada dasarnya digunakan untuk membantu menjaga kebersihan kewanitaan saat menstruasi tiba. Dengan menggunakannya, wanita tetap dapat beraktivitas dengan nyaman pada saat menstruasi. Selain itu, pembalut dapat disesuaikan juga dengan …

Perhatikan 6 Hal ini Sebelum Membeli Sepatu Boots

Pada umumnya sepatu boots banyak dipakai oleh laki-laki, namun saat ini sepatu boots juga diminati oleh kalangan perempuan. Boot dirasa sebagai sepatu yang bisa digunakan dalam berbagai kegiatan, baik formal maupun …

5 Alasan Pentingnya Membaca Artikel Urbanwomen untuk Kaum Perempuan

Membaca merupakan kegiatan positif yang tak hanya menambah wawasan, tapi juga memberikan banyak pengetahuan untuk diri kita yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kamu membaca tentang “makna saling menghargai” …

Cara Membesarkan Mr P Dengan Metode Medis
0 Comments

Berdasarkan survei yang dilansir laman Manlywellness, sebanyak 45% pria percaya bahwa mereka memiliki penis yang kecil. Ukuran penis memainkan peran penting dalam kehidupan seks dan kepercayaan diri seorang pria. Inilah sebabnya mengapa banyak pria cenderung khawatir tentang ukuran penis mereka, bahkan mencari cara membesarkan penis dengan berbagai macam metode.

  1. Menggunakan pompa penis atau pompa penis

Salah satu cara paling populer untuk memperbesar penis ialah dengan “menariknya” dengan tangan atau alat. Metode ini mirip dengan latihan pembentukan otot karena meregangkan kulit dan menyebabkan robekan mikro di jaringan sel. Air mata mikro ini akan memar saat sembuh, membuat penis terlihat lebih besar, meski tidak ada jaminan metode ini akan bertahan lama.

Vacum yang satu ini akan dengan cepat membuat ereksi dan membesarkan hingga memanjangkan waktu ereksi saat berada di vacum, karena memang ada aliran darah yang lebih kuat di pembuluh darah penis. Dengan pemakaian rutin, beberapa pria mengaku bisa menambah ukuran penisnya dengan permanen. Namun pompa ini sebaiknya tidak digunakan lebih dari 30 menit sekaligus karena dikhawatirkan dapat merusak jaringan penis.

  1. Menggunakan traction device atau alat penarik

Selain pompa, ada juga alat yang disebut puller, yang sedikit berbeda dengan pompa penis. Jika pompa penis digunakan untuk memperbesar ukuran sementara, biasanya digunakan untuk memperpanjang penis yang lembek. Biasanya perangkat ini dipakai mulai empat hingga sembilan hari hingga enam bulan.

Menurut survey ilmiah tahun 2010, alat pembesar penis merupakan satu-satunya teknik yang memiliki bukti pembesaran penis dan survey tidak kalah dengan operasi penis. Beberapa penelitian telah meneliti efek alat tarik ini dengan hasil yang beragam. Beberapa hasil menunjukkan bahwa alat tersebut mampu meregangkan penis dengan jarak 1-3cm. Namun, bukti keberhasilan perangkat ini masih terbatas. Jadi diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan keamanan dan efektivitasnya.

  1. Operasi pembesaran penis

Menurut survei yang dilakukan pada tahun 2015, operasi pembesaran penis masih menjadi salah satu prosedur kosmetik paling umum di antara pria di Amerika, nomor dua setelah sedot lemak. Ada berbagai macam jenis operasi yang bisa dilakukan, seperti menggunakan implan, suntik lemak, operasi plastik.

Suntikan lemak dimaksudkan untuk menambah ketebalan atau lebar, serta panjang, dalam beberapa kasus. Tentu saja, prosedur ini memiliki risiko, termasuk pembengkakan dan bentuk penis yang menyimpang.

Metode lain untuk membesarkan penis melibatkan “pencangkokan” sel-sel lemak dari bagian tubuh lain ke dalam penis. Peningkatan rata-rata sekitar 2,39 cm menjadi 2,65 cm setelah 12 bulan. Namun, organ dapat kehilangan 20-80% volumenya dalam satu tahun operasi, sehingga seseorang mungkin memerlukan beberapa kali operasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Jenis operasi lain melibatkan pengangkatan ligamen suspensori. Ligamen ini menempelkan penis ke area genital dan memberikan dukungan selama ereksi. Rata-rata, metode pembedahan ini bisa menambah panjang penis 1cm menjadi 3cm saat tidak ereksi. Sayangnya, prosedur ini tidak dianggap aman atau efektif oleh American Urological Association. Oleh karena itu, tentunya semua prosedur yang akan dilakukan ini harus dengan hati-hati dengan banyak berkonsultasi dengan dokter spesialis.

  1. Minum pil atau obat pembesar penis

Ada beberapa jenis obat, seperti Cialis dan Viagra, yang mengklaim pria merasakan ereksi lebih lama dan penis lebih keras. Perbedaan antara kedua obat tersebut adalah seberapa cepat kerjanya dan berapa lama bertahan di dalam tubuh hingga bagaimana pengaruhnya dengan kesehatan anda.

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan ini. Efektivitasnya juga tergantung pada jenis makanan yang dimakan saat minum obat. Misalnya, penyerapan lebih lama akan terjadi jika dipasangkan dengan makanan berlemak. Kedua obat ini juga memiliki efek samping, jadi selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum meminumnya.