Ingin Lolos saat Pengajuan KPR, Simak Cara Ini!
0 Comments

Semua orang pasti ingin memiliki rumah sendiri. Hanya saja, saat ini harga properti seperti rumah cukup mahal sehingga untuk memilikinya agak sulit. Namun tenang, kamu bisa coba ajukan KPR untuk wujudkan rumah imajinasimu. Untuk bisa lolos, tentunya kamu tak bisa asal dalam menyiapkan pengajuan KPR-nya, ya! Ini yang bisa kamu lakukan agar lolos!

  1. Syarat Usia Pengajuan KPR

Hal pertama yang harus kamu ketahui agar pengajuan KPR diterima oleh bank adalah usia kamu ketika mengajukan KPR memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. Artinya, usiamu masuk dalam batasan usia tersebut. Jika saat mengajukan usiamu di luar batasan tersebut, secara otomatis pengajuan KPR akan ditolak.

Umumnya, batas yang bisa mengajukan KPR adalah berusia 21 hingga 55 tahun. Paling penting, kamu harus memperhatikan batasan usia paling tua dihitung ketika cicilan KPR selesai. Itu artinya, kamu harus menambahkan usiamu sekarang dengan rencana tenor pinjaman yang akan kamu ambil.

Misalnya usia kamu sekarang adalah 45 tahun dan rencananya mengambil KPR 15 tahun, maka kemungkinan besar KPR kamu akan ditolak. Pasalnya, usiamu setelah masa lunas KPR adalah lebih dari 55 tahun. Kalau usia kamu 45 tahun dan ingin mengajukan KPR, kamu hanya bisa mengajukan dengan lama cicilan maksimal 10 tahun saja.

  1. Persyaratan Dokumen

Hal lain yang harus kamu perhatikan dalam mendapatkan rumah impian dengan cara KPR adalah menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan. Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan ini penting agar pihak bank yakin kamu ingin mengajukan KPR. Jenis dokumen yang harus kamu bawa saat mengajukan KPR ini cukup banyak macamnya.

Bukan hanya data pribadi saja, namun juga data kepemilikan rumah yang akan di-KPR-kan. Secara rinci, persyaratan dokumen yang harus kamu penuhi agar pengajuan KPR bisa didapatkan adalah WNI, berpenghasilan tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun, usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun ketika kredit lunas.

Selain itu, kamu juga harus setuju bahwa maksimal biaya pembiayaan yang diberikan adalah 8 hingga 90 persen dari nilai objek yang akan dibiayai. Untuk dokumennya, kamu harus menyiapkan fotokopi KTP suami istri, fotokopi kartu keluarga, fotokopi surat nikah, surat keterangan kerja dan slip gaji yang asli.

Selain itu, kamu juga harus melampirkan SK pengangkatan pegawai terakhir dan kartu taspen yang asli untuk pegawai negeri atau ijazah terakhir. Kamu juga harus melampirkan rekening koran 3 bulan terakhir dan membawa fotokopi NPWP pribadi atau SPT PPH 21. Kamu sebaiknya menyiapkan semua dokumen itu sebelum berangkat mengajukan KPR.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kredit rumah mudah dengan cara KPR ini. Jika diperhatikan dari semua syarat tersebut, kamu hanya perlu membawa dokumen pribadi, dokumen penghasilan dan dokumen jaminan properti seperti copy sertifikat, IMB, PBB dan dokumen lain terkait legalitas rumah yang akan dibeli.

  1. Pastikan Proporsi Utang dan Pendapatan Seimbang

Hal lain yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum mengajukan KPR adalah memastikan bahwa proporsi utang dan pendapatan yang kamu miliki seimbang. Biasanya, pihak bank tidak akan meloloskan pengajuan KPR jika proporsi utang kamu lebih besar dan bisa menguras total pendapatan.

Alangkah baiknya, kamu memiliki cicilan utang maksimal 30% dari total pendapatan yang kamu miliki. Sebab, pihak bank memiliki sistem tersendiri untuk menghitung kelayakan pengajuan KPR ini. Jadi, pertimbangan utang dan pendapatan ini adalah salah satu dasar yang jadi pertimbangan utama mereka menyetujui pengajuan KPR.

Oleh sebab itu, mulailah mengajukan KPR dengan nilai yang seimbang dengan pendapatan kamu. Usahakan supaya kamu bisa melunasi seluruh utang lainnya dengan track record yang baik sebelum mengajukan utang ke bank agar pengajuan KPR bisa diterima.

  1. Rutin Menabung di Bank yang Memiliki Program KPR

Hal lain yang bisa kamu lakukan agar pengajuan KPR kamu diterima adalah rutinlah menabung di bank yang memiliki program KPR atau paling tidak yang ingin kamu tuju jika ingin mengajukan KPR nanti. Pihak bank biasanya akan memberikan apresiasi kepada nasabah yang sudah menabung di bank tersebut secara rutin.

Apresiasi ini biasanya berupa memudahkan kamu ketika mengajukan KPR pada bank yang sama sebab kamu dianggap bisa mengatur keuangan dengan baik dan cermat selama di bank tersebut. Jadi, mulai dari sekarang, cobalah untuk menabung secara rutin di tempat kamu tuju ketika mengajukan KPR nanti.

  1. Bersih BI Checking

Hal lain yang sebaiknya kamu perhatikan agar pengajuan KPR kamu diterima adalah bersih saat BI checking. Bank akan selalu melakukan pengecekan karakter kamu di BI checking. Tujuannya tentu saja untuk memastikan bahwa kamu memiliki catatan kredit yang bersih dan baik.

Dalam BI checking ini, semua pinjaman yang pernah kamu lakukan tercatat dengan baik. Baik itu pinjaman di bank ataupun pinjaman di lembaga keuangan lain. Di dalamnya juga tercatat bagaimana ketaatan kamu dalam melunasi semua tagihan yang harus kamu bayarkan. Bank cukup ketat dalam hal ini.

Jika kamu pernah menunggak atau malah pernah gagal bayar dalam mencicil sesuatu sebelumnya, kemungkinan besar pengajuan KPR yang kamu lakukan akan ditolak pihak bank. Oleh sebab itu, sebelum kamu mengajukan, ada baiknya pastikan riwayat BI checking kamu bersih.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar pengajuan KPR lolos dan kamu bisa mewujudkan rumah impian dengan desain rumah yang bikin relax sesuai dengan keinginanmu. KPR ini bisa jadi andalan sebagian besar orang untuk memenuhi keinginan memiliki rumah sendiri meskipun dana yang dimiliki tak mencukupi.

shares